Desember 5, 2019

Pasca Gempa Palu, Menteri PPPA Minta Waspadai Ancaman Perdagangan Anak dan Adopsi Illegal

TALOMBONEWS.COM | PALU — Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise meminta dan menghimbau seluruh elemen masyarakat yang terlibat dalam proses pemulihan masyarakat dan daerah Palu & Donggala untuk melindungi perempuan dan anak dari ancaman perdagangan orang atau adopsi illegal.
Himbauan tersebut disampaikan Yohana Yambise saat mengunjungi Yayasan Al Kautsar yang terletak di Jl. Pue Bongo, Donggala Kodi, Palu Barat, serta Pos Sekolah Darurat Kemendikbud, Kelurahan Petobo, Provinsi Sulawesi Tengah, Rabu pagi  (10/10/2018).
Dalam kunjungannya ke tempat tersebut Menteri Yohana menyempatkan diri berdialog langsung dengan masyarakat penyintas gempa. Pada kesempatan itu, Yohana merasa sedih dan menyampaikan rasa duka mendalam atas  kondisi yang menimpa masyarakat palu, terutama kaum  perempuan dan anak pasca gempa ini.
“Saya sangat bersedih atas bencana yang melanda kita saat ini, tapi kita tidak boleh patah semangat, kita tetap harus berjuang untuk mempertahankan kehidupan kita kedepan,” ujar Menteri Yohana menguatkan para penyintas.
Ia juga menegaskan bahwa masyarakat harus tetap waspada terhadap potensi kekerasan seksual yang dapat terjadi kepada perempuan dan anak.
“Pada saat situasi pasca bencana alam seperti ini memang kita berjuang dengan berbagai keterbatasan, namun para perempuan dan anak-anak ku disini harus waspada agar terhindar dari kekerasan yang mungkin akan terjadi. Jangan takut untuk melapor kepada pihak-pihak yang melindungi disini.” tegasnya.
Menteri PPPA, Yohana Yambise, gempa palu

Menteri PPPA, Yohana Yambise menghibur anak-anak korban gempa Palu, Rabu (10/10/2018) | Talombonews.com – Foto: Humas Kemen PPPA

Menteri  Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) juga mengaku prihatin melihat banyaknya  anak yang terpisah dari orang tuanya.
“Saya meminta kepada seluruh pihak yang terlibat untuk mendata dan mengusahakan menemukan keluarganya, minimal keluarga besarnya, anak-anak ini jangan sampai dibawa oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab” ujar Yohana.
Kemen PPPA akan mengupayakan pos ramah perempuan dan anak yang diharapkan dapat berguna untuk mencegah dan mengurangi potensi kekerasan baik fisik, psikis dan seksual, serta perdagangan orang terhadap perempuan dan anak.
Dalam kujungannya ke Yayasan Al Kautsar yang terletak di Jl. Pue Bongo, Donggala Kodi, Palu Barat, serta Pos Sekolah Darurat Kemendikbud, Kelurahan Petobo, Kemen PPPA juga menyertakan pendongeng dan penyanyi untuk menghibur anak-anak dengan harapan dapat mengurangi kesedihan dan kecemasan mereka.
Selain itu Kemen PPPA juga memberikan sejumlah bantuan spesifik perempuan dan anak seperti perlengkapan bayi, buku cerita, krayon, pembalut wanita, masker dan lainnya. Sebelumnya, bantuan serupa juga sudah diberikan kepada pengungsi yang berada di kota makassar.
Menteri Yohana juga menyampaikan terima kasih kepada Dinas PPPA Provinsi Sulawesi Tengah yang telah membantu dalam koordinasi, Forum Anak, para relawan psikolog yang telah membantu dalam proses Recreasional Therapy kepada para pengungsi serta seluruh pihak yang sudah turut membantu meringkankan beban para penyintas.TALOMBONEWS.COM | WARTA

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan