Oktober 16, 2019

Inilah Orang Pertama Yang Hijrah

TALOMBONEWS.COM — Setelah Nabiullah Muhammad SAW mulai terang-tarangan menjalankan missi kenabian di kota Mekkah dan sekitarnya, serangan dan ancaman terhadap diri,keluarga, sahabat dan para pengikutnya justru makin semakin gencar pula. Musuh-musuh Islam yang dipelopori Abu Jahal terus melancarkan intimidasi dan tindakan kekerasan terhadap diri Rasulullah Muhammad SAW dan seluruh pengikutnya. Bahkan nyawa Nabiullah Muhammad pun menjadi target utama mereka.

Melihat situasi kota Mekkah yang tak kondusif lagi sebagai basis dakwah islam, Nabiullah Muhammad SAW memutuskan untuk Hijrah ke Yatsrib (Madinah). Namun sebelum hijrah ke Yatsrib, Nabiullah Muhammad SAW sudah menjalin kontak dan merintis jalan dakwah dengan orang-orang Yatsrib yang datang berhaji ke Baitullah di kota Mekkah. Pada masa itu, yang berhaji ke baitullah bukan hanya kaum muslim saja melainkan juga masyarakat Arab lainnya yang masih musyrik karena ritual haji merupakan ritual agama nenek moyang mereka.

Untuk itu, setiap musim haji tiba, Nabiullah Muhammad mendatangi mereka yang berhaji termasuk mereka yang berasal dari Yatsrib untuk menyampaikan dakwah dan memperkenalkan risalah islam kepada mereka.

Berkat pertolongan Allah, satu per satu orang-orang Yatsrib musyrik terutama para tokoh-tokoh terkemuka yang datang menunaikan ritual Haji di kota Mekkah meninggalkan keyakinan nenek moyang mereka lalu mengucapkan dua kalimat syahadat sebagai bukti ikrar dan kesetiaan mereka kepada ajaran Islam. Peristiwa ini dikenal dengan sebutan Baiat Aqabah.

Para pemuka Yatsrib yang sudah berbait kepada Rasulullah Muhammad ini kemudia kembali ke Yatsrib dan menyebarkan islam ke kerabat dan kaumnya di Yatsrib atau Madinah. Bukan itu saja, Nabiullah Muhammad SAW juga mengirim duta khusus, Mushab bin Umair Al-Abdary ke Yatsrib untuk mendampingi dan membimbing para tokoh-tokoh Yatsrib yang baru saja berbaiat atau menyetakan kesetiaan kepada Rasulullah SAW sekaligus menyebarluaskan ajaran islam di kalangan masyarakat Yatsrib.

Setelah segala sesuatunya dipersiapkan secara matang maka dimulailah missi hijrah ummat islam ke Yatsrib atau Madinah. Orang pertama yang bersedia Hijrah ke Yatsrib adalah sepupu sekaligus saudara sepersusuan Nabi Muhammad yaitu Abu Salamah.

Rupanya kabar tentang rencana Hijrah kaum muslim ke Yatsrib sampai juga ke telinga musuh-musuh islam di Mekkah yang dipimpin oleh Abu Jahal. Abu Jahal dan kawan-kawan lantas berusaha semaksimal mungkin untuk mencegah kaum muslim Hijrah ke Yatsrib. Soalnya pikir Abu Jahal, jika ummat islam berhasil Hijrah ke kota Yatsrib maka mereka bisa membangun dan menggalang kekuatan islam yang lebih besar. Jika hal itu terjadi maka Abu Jahal dan seluruh pengikutnya akan terancam.

Itulah sebabnya ketika tersiar kabar bahwa Abu Salamah sekeluarga hendak Hijrah, Abu Jahal memerintahkan anak buahnya untuk mencegahnya. Salah satu caranya adalah mendekati keluarga dekat istri Abu Salamah, Ummu Salamah untuk mencegah keberangkatan mereka ke Yatsrib. Karena keluarga Abu Salamah tetap bersikeras maka pihak keluarga Ummu Salamah merampas dan memisahkan anak Abu Salamah yang bernama Salamah dari kedua orang tuanya.

Meskipun demikian, Abu Salamah yang bernama lengkap Abdullah bin Abdul Asad bin Hilal tersebut tetap bersikukuh melakukan Hijrah. Sementara pihak keluarga istri Abu Salamah tetap bersikeras mencegah Ummu Salamah ikut suaminya Hijrah ke Yatsrib atau Madinah. Akibatnya, Abu Salamah Hijrah sendirian ke Yatsrib. Sementara istrinya, Ummu Salamah tetap tinggal di Mekkah.

Setelah menempuh perjalanan sekitar 500 km, Abu Salamah akhirnya tiba di Quba dan ikut menyebarluaskan syariat islam di kota tersebut. Setiap hari Abu Salamah mengajak masyarakat Quba untuk memeluk Islam sambil terus mempersiapkan diri menyambut kehadiran Nabiullah Muhammad SAW.

Sepeninggal suaminya, Ummu Salamah benar-benar sedih. Apalagi ia telah kehilangan anak kandungannya sendiri, Salamah lantaran dirampas oleh pihak keluarganya sendiri. Ummu Salamah benar-benar hidup sendiri. Hampir setiap hari Ummu Salamah menangisi kepergian anak dan suaminya.

Setelah hampir setahun dirundung kesedihan, keluarga Ummu Salamah akhirnya ibah juga melihat kondisi Ummu Salamah yang semakin hari semakin memprihatinkan. Pihak keluarga yang merampas dan menyembunyikan  Salamah lantas mengembalikan Salamah ke pangkuan ibunya,  Ummu Salamah. Tak sampai di situ, Ummu Salamah juga diizinkan menyusul suaminya ke Yatsrib.

Setelah menempuh perjalanan beberapa hari, akhirnya Ummu Salamah dan anaknya tiba di Quba dan bertemu suaminya, Abu Salamah. Abu Salamah sekeluarga akhirnya bisa berkumpul kembali di Quba. Mereka  bahu membahu menyebarkan ajaran islam sambil menanti kehadiran Rasulullah Muhammad di tanah Yatsrib atau Madinah. TALOMBONEWS.COM | MUH. ARIB MAULANA

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan