Oktober 16, 2019

Kapolres Baubau: Tersangka Penganiaya Remaja di Wameo Bukan dari Kanakea

TALOMBONEWS.COM | BAUBAU — Tersangka pelaku utama tindak pidana penganiayaan yang menyebabkan meninggalnya seorang remaja di kelurahan Wameo kota Baubau, Muh Ridwan (15 thn) akhirnya berhasil ditangkap oleh aparat gabungan dari Polres Baubau, Polres Buton dan anggota TNI dari Dandim 1413 Buton, Ahad (2/4/2018).

Tersangka utama pelaku penganiaya Muh Ridwan tersebut sebanyak 3 (tiga) orang yaitu AM yang berperan sebagai otak penganiayaan atau yang menyuruh melakukan tindak pidana penganiayaan, AD selaku eksekutor atau yang melakukan penganiayaan dan AY alias YW bertandik selaku pengendara motor yang membonceng AD saat melakukan aksinya.

Kapolres Baubau, AKBP Daniel Widya Mucharram, S.IK, MPA dalam konferensi pers yang di Mapolres Baubau, Ahad malam (1/4/2018) menegaskan bahwa tersangka pelaku utama tindak pidana penganiayaan yang merenggut nyama Muh Ridwan bukan berasal dari Kanakea.

“Saya tegaskan bahwa tidak ada satupun pelaku yang berasal dari Kanakea. Oleh karena itu, agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi mohon disampaikan ke seluruh warga kota Baubau bahwa tersangka pelaku utama penganiayaan MR bukan dari Kanakea,” tegas AKBP Daniel Widya Mucharram.

Penegasan Kapolres Baubau tersebut sekaligus menepis desas-desus yang selama ini beredar di masyarakat yang menduga tersangka pelaku penganiayaan berasal dari Wangkanapi. Betapa tidak, akibat desas-desas yang berkembang dalam masyarakat tersebut, sekelompok orang sempat melakukan sweeping dan menyerang salah satu rumah di Kanakea untuk mencari tersangka pelaku penganiayaan Muh Ridwan.

Kapolres Baubau menambahkan bahwa para tersangku pelaku ini modusnya berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat yang lain.

“Tolong disampaikan kepada masyarakat Baubau bahwa pelaku ini memiliki modus berpindah-pindah. Jadi jangan sampai ada orang yang memberikan statement atau pernyataan bahwa pelaku ini berasal dari satu tempat yang pada akhirnya akan menimbulkan bentrok kembali. Terbukti pada saat penangkapan yang bersangkutan ini tidak berada di wilayah Baubau. Oleh karena itu modus mereka dalam bersebunyi atau mungkin merancang kegiatannnya tidak selalu berada di kota Baubau,”Ujar AKBP Daniel.

Menurut Kapolres Baubau, ketiga tersangka pelaku tersebut ditangkap di lokasi yang berbeda. Tersangka pelaku berinisial AM ditangkap di kota Baubau, sementara tersangka pelaku berinisial AD dan AY ditangkap di wilayah polres Buton tepatnya di Sampuabalu.

Dari pemeriksaan awal terungkap bahwa motif pembunuhan terhadap Muh Ridwan adalah balas dendam. Namun demikian kata Kapolres Baubau, motif balas dendam ini akan didalami lebih lanjut karena balas dendam yang dimaksud dalam pemeriksaan awal ini merupakan cerita panjang atau sejarah tempat tersangka dan korban berada.

“Jadi sebetulnya motif ini tak bisa diterima. Namun demikian dari pemeriksaan awal motifnya adalah balas dendam,”Ujar Kapolres Baubau.

Ketiga tersangka pelaku penganiayaan yang merenggut nyawa Muh Ridwan ini akan ditahan dan diproses di Kendari atas alasan situasi keamanan. TALOMBONEWS.COM | ARIB MAULANA.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan