Desember 5, 2019

Kelurahan Sulaa Baubau Ditetapkan Sebagai Kampung Wisata Tenun

TALOMBONEWS.COM | BAUBAU — Pemerintah kota Baubau terus mengembangkan berbagai potensi wisata yang ada di kota Buabau, Sulawesi Tenggara. Salah satunya adalah mengembangkan potensi wisata kerajinan dan tenun khas Buton.

Upaya keras pemerintah kota Baubau dalam mengembangkan potensi wisata kerajinan dan hasil tenun khas Buton ini akhirnya mendapat apresiasi dari pemerintah provinsi Sulawesi Tenggara dan Pihak Bank Indonesia serta Dekranasda Sultra. Salah satu wujudnya adalah dengan  menetapkan dan mencanangkan kelurahan Sulaa kecamatan Betoambari sebagai Kampung Wisata Tenun.

Penetapan dan pencanangan kelurahaan Sulaa sebagai Kampung Wisata Tenun ditandai dengan peresmian dan penandatangan prasasti Galeri Tenun Sulaa dan Gelar Karya Kreatif Sulawesi Tenggara oleh Plt Gubernur Sultra, Brigjen (Purn) H. Saleh Lasata di kelurahan Sulaa kecamatan Betoambari kota Baubau, Senin pagi (5/12/2017).

Saleh Lasata mengapresiasi peran aktif Dekranasda Sultra dalam menjembatani para pengrajin tenun dan pihak Bank Indonesia sehingga terbangun sinergitas positif dalam membangun ekonomi kreatif masyarakat.

Galeri tenun Sulaa, peresmian galeri tenun sulaa, gubernur Sultra, Saleh Lasata

Plt Gubernur Sulawesi Tenggara, Saleh Lasata meresmikan Galeri Tenun Sulaa dan Galeri Kreatif Sultra di kelurahan Sulaa kota Baubau Sultra, Selasa pagi (5/12/2017) Foto: Kominfo Baubau

Walikota Baubau, Dr. H.AS. Tamrin, MH mengaku, dijadikannya Tenunan sebagai objek utama dan Sulaa sebagai kampung wista Tenun, karena merupakan warisan budaya Indonesia yang ada di Kota Baubau dan menjadi cermin jati diri bangsa

“salah satu kain tenunan khas Indonesia adalah tenun Buton yang oleh masyarakat Buton tenun dianggap sebagai perekat sosial, juga sebagai identitas diri untuk mengetahui status pernikahan, juga strata sosial. Dan di Kota Baubau ini cukup banyak industri tenun yang berkembang dan sangat potensiall untuk dikembangkan seperti di Bone-Bone, Tarafu, Melai, Pulau Makassar, dan Sulaa,” kata Walikota.

AS Tamrin menegaskan bahwa  tenunan khas Buton yang dihasilkan para penenun di kota Baubau memiliki keanekaragaman motif dan corak yang cantik sehingga banyak diminati masyarakat.

Walikota Baubau juga mengaku bahwa pemerintah kota Baubau sangat mengapresiasi dan memberikan perhatian serius terhadap pelestarian dan pengembangan industri kerajinan tenun khas Buton di kota Baubau.

“salah satu cara kami mendukung produk masyarakat ini adalah dikeluarkannya instruksi menggunakan tenunan lokal untuk ASN dan sekolah setiap hari Kamis, dan menjelang perayaan Ulang Tahun Kota Baubau, serta even-event kota linnya,” paparnya.

Walikota Baubau, Dr.AS Tamrin, MH menyerahkan bantuan asuransi gratis bagi nelayan di kota Baubau, senin pagi (5/12/2017) | Foto; Kominfo Baubau.

Pada keempatan itu, Walikota Baubau juga menyerahkan kartu asuransi nelayan dan kartu pemasangan air bersih bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Acara ini diisi pula dengan pagelaran tenunan hasil kerajinan Sultra oleh Dekranasda Sultra.

Acata yang dihadiri Plt. Gubernur dan ibu, Walikota Baubau dan ibu, juga turut mendampingi kegiatan ini adalah Wakil Walikota Baubau – Hj. Wd. Maasra Manarfa, S.Sos, M.Si, Kepala Perwakilan BI Kendari – Minot Prayogo, Ketua Dekranasda Sultra – Hj. Tina Nur Alam, Kasi Program Dirjen Industri Kecil dan Menengah Kementerian Perindustrian RI – Budi hartono, Kepala Bank Sultra, dan segenap pimpinan SKPD Kota Baubau. TALOMBONEWS.COM | KOMINFO BAUBAU/MMM

 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan